Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini

http://2.bp.blogspot.com/-4hhT8amRcr0/TjPMi_wkH9I/AAAAAAAAEFc/8nUbaGXNqdQ/s1600/chinese_kids_learning_how_to_swim_640_13.jpg


Terkadang ketika berenang, pengunjung sering tak tahan untuk buang air dan malas ke toilet. Kolam renang sebagai salah satu tempat rekreasi yang berisi air pun dijadikan 'toilet umum' bagi pengunjungnya. Wah, sudah tentu ini berbahaya bagi kesehatan orang yang berenang di dalamnya.

Baru-baru ini sebuah studi menemukan adanya bakteri E. Coli (Escherichia coli) di kolam renang. Bakteri ini adalah salah satu bakteri yang ditemukan dalam perut dan kotoran manusia.

Beberapa penyakit yang disebabkannya memang tidak berbahaya, tetapi penyakit lainnya dapat menjadi penyakit serius seperti gastroenteritis, infeksi saluran kemih, dan meningitis.

Nah, dikutip dari ABC News, Sabtu (18/5/2013) inilah langkah-langkah yang harus Anda lakukan sebelum masuk ke kolam renang.

1. Mandilah dengan sabun sebelum masuk ke kolam renang.

2. Ambillah waktu istirahat dan pergi ke kamar mandi setiap 60 menit, untuk buang air kecil atau bahkan buang air besar.

3. Cuci tangan Anda dengan sabun setelah buang air.

4. Periksalah popok anak setiap 30-60 menit.

5. Cucilah tangan Anda kembali setelah mengganti popok di ruang ganti.

6. Mandi dan bilaslah diri Anda sebelum Anda kembali ke kolam renang.

7. Jangan berenang ketika Anda sakit diare.

8. Jangan telan air kolam renang.

Selain itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika perenang juga dapat memeriksa tingkat klorin dan pH sebelum masuk ke air. Level klorin haruslah berkisar 1-3 miligram per liter dan pH harus berada antara 7,2 dan 7,8 untuk memaksimalkan kekuatan yang membunuh kuman.

"Aturan aman untuk menggunakan kolam renang yang dijabarkan CDC memang merepotkan, tetapi arena itu tak mengagetkan bahwa penelitian ini menemukan bukti adanya bakteri di kolam renang, dan tubuh kita terdiri dari lebih banyak banyak bakteri dibandingkan sel manusia," ucap dr Richard Besser, Kepala Editor Health and Medical ABC News.



sumber