7 Fakta Menarik Tentang Lokalisasi Prostitusi Kalijodo

Tempat lokalisasi Kalijodo ketika ini masih hangat dan ramai diperbincangkan publik. Mengingat , ada banyak sekali kisah yang membuat sebagian masyarakat tertarik mengenal lebih bersahabat urusan ekonomi esek-esek tersebut. Selain umurnya yang sudah terbelakang , Kalijodo juga menyajikan kisah kerasnya kehidupan pekerja seks komersial (PSK) disana. 

Fakta Menarik Tentang Lokalisasi Prostitusi Kalijodo

Gubernur DKI Jakarta , disapa Ahok kini sedang bekerja keras untuk membongkar lokalisasi prostitusi di Kalijodo. Lokalisasi ini biasa digunakan oleh priahidung belang untuk menikmati Kupu-kupu malam , perjudian dan minuman keras. 

Tentu tempat pelacuran ini telah menjadi lahan berair untuk mencari uang bagi segelintir orang. Sehingga mereka tidak terima bila tempat ini digusur begitu saja. Berikut ini akan di ulas mengenai 7 Fakta Menarik Tentang Lokalisasi Prostitusi Kalijodo yang perlu kalian ketahui semua. 

1. Kalijodo , Tempat Lokalisasi Tertua di Jakarta

Kalijodo yakni daerah yang sudah lama dikenal sebagai tempat prostitusi. Kawasan ini berada batas dua kota manajemen yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Dalam area Kalijodo ini terdapat beberapa tempat karaoke yang biasa disebut kafe. Jumlahnya hingga 60 bangunan , dalam satu bar tersebut dihuni sekitar 15 hingga 20 Pekerja Sek's Komersial (PSK).

2. 5 Bos Mafia Penguasa Kalijodo

Menurut info yang beredar kurang lebih ada lima bos besar penguasa lokalisasi Kalijodo. Mereka yakni Riri yang bergandengan dengan Agus , H Usman , Aziz , Bakri dan Ahmad Resek. Para bos ini memiliki lahan masing-masing di Kalijodo sebagai daerah kekuasaan mereka. Guna menjamin keamanan di lapangan , masing-masing bos ini memperkerjakan tenaga keamanan dalam jumlah yang cukup besar.

3. Preman di Kalijodo Orang-Orang Berani Mati

Setidaknya di lokalisasi ini ada 500 orang tenaga keamanan. Bukan keamanan berseragam ala satpam tapi preman-preman yang tak takut kehilangan nyawa. Jika dikalkulasi , seluruh tenaga keamanan di Kalijodo kurang lebih sekitar 1.000 orang. Mereka siap melaksanakan apa saja bila ada pihak yang mencoba mengganggu acara perjudian atau acara lain di kalijodo.

4. PSK Pengidap HIV/AIDS di Kalijodo

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Penjaringan mencatat banyak PSK di daerah lokalisasi Kalijodo yang terinveksi AIDS. Sementara tidak semua pekerja sek's tes HIV. Baru 220 dari 445 pekerja seks memeriksakan diri melalui Puskesmas Kecamatan Penjaringan. Sementara yang  terdeteksi positif AIDS ada sekitar 101 orang.

5. Pelanggan Kelas Atas dan Bawah

Para pelanggan prostitusi Kalijodo berasal dari aneka macam kalangan , dari kalangan bawah hingga atas berkumpul disini. Kawasan Kalijodo di Jakarta terkenal sebagai salah satu tempat tujuan terkemuuka bagi orang yang ingin mencari hiburan malam. Di sana terdapat aneka macam jenis kendaraan , mulai dari mewah hingga yang kelas menengah.

6. Tarif Sekali Kencan Kalijodo

Berdasarkan data terdapat sekitar 50 bar yang beroperasi di daerah Kalijodo dan sekitar 150 PSK yang tinggal disana. Namun , ketika bekerja malam hari jumlah PSK bisa bertambah hingga mencapai 500 orang. Tarif mereka pun berbeda-beda , mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000. Bagi PSK yang memasang tarif tinggi disiapkan untuk orang-orang tertentu , yang dinilai memiliki kemampuan uang yang besar dan tentu pelayanan yang lebih memuaskan.

7. Akan Segera di Gusur oleh Gubernur DKI Jakarta , AHOK

Gubernur DKI Jakarta AHOK telah menekankan , pihaknya akan sesegera mungkin menertibkan tempat prostitusi dan hiburan malam di daerah Kalijodo. Penuturan Gubernur itu ternyata sudah hingga ke indera pendengaran para pekerja seks komersial (PSK) dan para wanita penghibur lainnya di klub-klub malam daerah Kalijodo.

Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa dirinya tidak takut sama sekali dengan preman-preman Kalijodo. Basuki mengatakan , personel keamanan gabungan TNI & POLRI akan menertibkan daerah marak kegiatan prostitusi tersebut.

Memang beberapa kali , Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian sempat ingin menertibkan kawasan Kalijodo. Namun , selalu ada perlawanan yang dilakukan preman Kalijodo kepada para aparat. Bahkan pada tahun 2014 lalu , warga pernah menodongkan pistol ke kepala Kapolsek Tambora.