Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]

7 Kasus Pembunuhan Keluarga Paling Misterius dan Mengerikan




Pembunuhan merupakan kasus yang sangat mengerikan. Beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di dunia terkadang justru terjadi di dalam rumah. Tidak main-main sang pembunuh membantai habis seluruh anggota keluarga. Kebanyakan kasus-kasus pembantaian keluarga ini masih menyimpan misteri dan tak pernah terungkap baik siapa pelakunya maupun apa motif yang mendasarinya sampai tega menghabisi nyawa seluruh anggota keluarga bahkan beberapa masih bayi atau balita.

Berikut ini ialah 7 kasus pembunuhan dan pembantaian keluarga yang paling misterius dan mengerikan di dunia.


1. Pembunuhan Hinterkaifeck


Pembunuhan yang terjadi di ladang Hinterkaifeck, Jerman ini menimpa keluarga Gruber. Sebelum pembunuhan terjadi, pembantu keluarga tersebut telah sering mengeluhkan banyaknya keanehan yang terjadi di rumah tersebut dan memutuskan untuk berhenti bekerja pada tanggal 31 Maret 1922. Ternyata malam harinya, seluruh keluarga Gruber dibantai oleh seseorang tak dikenal.

Seluruh anggota keluarga Gruber yaitu Andreas Gruber (63), istrinya Cazilia (72), putri mereka Victoria (35), anak Victoria, Cazilia (7) dan Josef (2), serta pembantu gres mereka yang gres saja tiba Maria Baumgartner (44) semuanya dibunuh dengan menggunakan cangkul panjang.

Dalam kasus ini tidak ditemukan adanya barang-barang yang hilang, bahkan anehnya ternak-ternak diberi makan bahkan sang pelaku diduga menggunakan cerobong asap dan sempat menginap di rumah tersebut selama beberapa hari setelah melaksanakan aksinya.

Sampai ketika ini tidak diketahui siapa yang melaksanakan pembunuhan maupun apa motif sang pelaku melaksanakan aksinya. Namun sebuah rumor beredar bahwa pembunuhnya ialah orang dekat keluarga tersebut yang tak lain ialah suami Victoria sendiri yang dikabarkan telah meninggal ketika perang dunia. Suami Victoria diduga mengetahui kekerabatan incest sang istri dengan ayah kandungnya yang telah menghasilkan seorang anak berjulukan Josef.


2. Pembantaian Keluarga DeFeo



Kisah pembantaian yang terjadi pada keluarga DeFeo merupakan kasus yang cukup terkenal. Keluarga DeFeo dibantai ketika sedang tidur di rumah yang kini dikenal dengan Amityville House yang terletak di Long Island, New York, Amerika Serikat.

Pada tanggal 13 November 1974, Ronald Defeo Junior yang erat disapa Butch yang juga merupakan anak tertua keluarga menghabisi seluruh anggota keluarganya. Para korban yaitu Ronal Defeo Sr sang ayah, Louise Defeo ibunya, dan adik-adiknya yaitu Dawn Defeo, Mark Defeo, Alison Defeo, dan John Defeo dibantai dengan cara ditembak menggunakan senapan laras panjang ketika mereka terlelap tidur.

Saat ditangkap dan diinvestigasi, Ronald Defeo mengaku menerima bisikan dan perintah dari bunyi misterius untuk menghabisi seluruh keluarganya.


3. Keluarga Romanov



Romanov ialah dinasti terakhir kekaisaran Rusia yang dipimpin oleh Nikolas II yang juga merupakan Tsar terakhir. Pada masa pemerintahannya terjadi begitu banyak teror dan perlawanan yang mengakibatkan terjadi kekacauan yang parah di Rusia. Hal ini menyebabkannya terjadinya Revolusi Bolshevik. Nikolas II jadinya dipaksa untuk turun tahta pada tahun 1917.

Ternyata Nikolas II tersebut tidak hanya dipaksa untuk turun tahta, bahkan ia dan seluruh anggota keluarganya dijebloskan ke dalam penjara. Pada tanggal 17 Juli 1918 seluruh keluarga Nikolas II yang terdiri dari Nikolas II, istrinya Tsarina Alexandra, lima anak mereka, Olga, Tatiana, Maria, Anatasia, Alexei, serta koki, penasihat, dokter, dan pembantu rumah tangga dibantai di Ekaterinburg.

Hal yang paling memilukan dari pembunuhan satu keluarga ini ialah bahkan sampai bertahun-tahun setelahnya mayat-mayat seluruh anggota keluarga belum dapat terkumpul sebab diduga jenazah mereka dieksekusi di tempat-tempat terpisah. Hingga ketika ini pula tidak diketahui siapa dalang dibalik tragedi politik mengerikan ini.


4. Villisca Ax Murder House


Villisca Ax Murder House ialah tragedi pembantaian yang terjadi di Villisca, Iowa, Amerika Serikat. Pembunuhan keluarga Moore ini terjadi pada malam hari tanggal 9 Juni 1912. Seluruh anggota keluarga yang terdiri dari Josiah Moore, Sarah Moore dan 4 orang anak mereka yaitu Herman, Mary, Arthur, dan Paul beserta 2 orang gadis kecil yang menginap Ina Stillinger dan Lena Stillinger dihabisi dengan menggunakan kapak.

Diceritakan bahwa keluarga ini gres saja pulang dari gereja setelah menghadiri program hari anak. Mereka pulang malam hari dan pribadi beristirahat. Saat itulah, sang pelaku yang diduga telah bersembunyi di loteng rumah membantai satu persatu anggota keluarga menggunakan kapak.

Meskipun telah ada beberapa nam yang dicurigai sebagai dalang pembunuhan sadis ini, namun pihak kepolisian tidak pernah berhasil menangkap dan menunjukan identitas sang pelaku. Hingga ketika ini kasus pembantain Villisca Ax Murder House masih menyimpan misteri. Rumah Villisca sendiri ketika ini masih ada dan telah menjadi destinasi wisata horor yang cukup terkenal.


5.  Pembunuhan Anak-Anak Keluarga Tan



Pada tanggal 6 Januari 1979, keluarga Tan gres saja pindah di sebuah komplek apartemen di Geylang Bahru, Singapura. Pada ketika itu sang ayah Tan Kuen Chai dan ibunya Lee Mei Ying meninggalkan empat anak mereka di apartemen untuk pergi bekerja.

Tiga jam kemudian, keempat anak mereka Tan Kok Peng (10), Tan Kok Hin (8), Tan Kok Soon (6), dan Tan Chin Nee (5) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi. Tubuh keempatnya ditemukan bertumpuk dengan luka sayatan dan bacokan di leher serta kepala mereka.

Namun anehnya bekas darah hanya ditemukan di kamar mandi dan wastafel dapur. Bagian apartemen lain justru terlihat menyerupai sebelum ditinggalkan pasangan suami istri ini. Tidak ada satu pun barang yang hilang. Sehingga disimpulkan pembunuh tidaklah mengincar harta benda keluarga Tan. Menurut orang bau tanah bawah umur ini, pada ketika tahun gres seminggu sebelum peristiwa naas tersebut terjadi, seseorang tak dikenal mengirimkan sebuah kartu tahun gres yang mencurigakan dengan nama pengirim : "Si Pembunuh".


6. Pembunuhan Keluarga Diggs



Pada tanggal 6 Desember 1975, Wesley Diggs gres saja kembali ke rumahnya dari perjalanan bisnis. Saat tiba di rumahnya Teaneck, New Jersey, Amerika Serikat, pria ini menemukan putrinya, Audrey, bersimbah darah di kamarnya. Ia yang panik segera mencari pertolongan.

Namun ketika orang-orang berdatangan, ditemukanlah anggota keluarga Diggs yang lain telah tak bernyawa. Istri Wesley, Jean ditemukan tewas di ruang bawah tanah. Sementara itu, putrinya yang lain, Alison ditemukan meninggal dunia di loteng. Begitu pula dua putra Wesley ditemukan meninggal dunia di kamarnya.

Ironisnya, semua korban dibunuh dengan cara yang sama yaitu ditembak dengan pistol otomatis kaliber 22 dari jarak dekat. Tidak diketahui siapa pembunuh keluarga Diggs meskipun awalnya pihak penyidik mencurigai Wesley. Namun ia lolos dari tes kebohongan dan tak terbukti bersalah. Hingga ketika ini pembunuhan yang terjadi pada keluarga ini masih penuh teka-teki.


7. Pembunuhan Keluarga Dardeen




Warga Jefferson County, Illinois, terperanjat tatkala mengetahui tetangga mereka yaitu keluarga Dardeen ditemukan tewas mengenaskan. Hari itu tanggal 17 November 1987, terjadi pembantaian yang menimpa keluarga Keith Dardeen.

Sang istri yaitu Ruby yang sedang mengandung ditemukan tewas mengenaskan dengan jabang bayi yang dikandungnya juga ikut dibunuh oleh sang pelaku. Putra Keith yang gres berusia tiga tahun, Pete juga ditemukan tewas tanggapan dipukuli.

Awalnya, mereka tidak menemukan Keith Dardeen sehingga pihak penyidik mengira bahwa Keith terlibat dalam agresi pembunuhan tersebut. Namun beberapa hari kemudian, jasad Keith ditemukan di sebuah ladang tak jauh dari rumahnya dengan kondisi kepala yang tertembak dan juga kemaluannya dipotong. Spekulasi bermunculan. Banyak yang mengira bahwa keluarga Dardeen telah dihabisi oleh kekasih gay Keith.

Pada tahun 2000 silam, seorang pria berjulukan Tommy Lynn Sells mengaku telah sebagai pelaku pembunuhan keluarga Dardeen setelah sebelumnya ditangkap sebab menikam anak berusia 10 tahun. Tidak ada yang tahu pasti mengenai kebenaran keterangan Sells sebab ada sebuah teori yang percaya bahwa keluarga Dardeen dihabisi oleh para pemeluk fatwa sesat.


loading...