Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]

Sejarah Kelam Hotel Cecil




Februari 2013, publik dikejutkan dengan final hidup seorang mahasiswi berjulukan Elisa Lam yang ditemukan tewas di dalam tangki air Hotel Cecil. Ternyata kasus final hidup tak wajar sudah beberapa kali terjadi di hotel bereputasi menakutkan di sentra kota Los Angeles, Amerika Serikat ini. Kasus final hidup Elisa Lam pun seolah membuka kembali catatan dan sejarah kelam Hotel Cecil...

Sejarah Awal Hotel Cecil

Hotel Cecil dibangun pada tahun 1927 di sentra kota Los Angeles, Amerika Serikat. Hotel ini dibangun oleh William Banks Hanner dan awalnya diperuntukkan bagi pelancong bisnis mengingat lokasi hotel yang berada di jantung kota. Bangunan hotel yang bergaya art deco ini dirancang oleh Loy Lester Smith.

Dalam pembangunannya, Hanner menghabiskan dana sampai lebih dari $1 juta. Hanner ketika itu memprediksikan bahwa hotelnya akan berkembang pesat. Namun sungguh sayang, 5 tahun setelah pembukaan resminya, Amerika Serikat dilanda Great Deprsession, yaitu krisis keuangan global yang menghancurkan perekonomian banyak negara, salah satunya Amerika Serikat pada ketika itu.

Peristiwa yang mengguncang perekonomian Amerika Serikat pada ketika itu menjadikan tingginya tingkat tuna wisma yang mulai banyak muncul di jalan-jalan tak jauh dari Hotel Cecil. Bahkan pada kurun 50an, hotel ini memiliki reputasi sebagai tempat tinggal sementara. Sangat jauh dari tujuan awal pendirian hotel.


Berbagai Kasus Yang Pernah Terjadi di Hotel Cecil

Pada Februari 2013, seorang tamu hotel yang juga merupakan mahasiswi asal Kanada, Elisa Lam ditemukan tewas di dalam tangki air Hotel Cecil setelah sebelumnya menghilang selama 19 hari. CCTV hotel sempat merekam kegiatan Elisa Lam ketika terakhir terlihat di salah satu lift hotel.

Rekaman CCTV Elisa Lam di Hotel Cecil

Dalam rekaman yang menyita perhatian dunia tersebut, terekam gerak-gerik asing dan ganjil Elisa Lam di dalam lift. Elisa terlihat beberapa kali menekan tombol lift, kemudian mengintip, dan bersembunyi di sudut lift ibarat orang yang sedang diintai oleh seseorang. Melihat hal ini, netizen pun banyak yang berspekulasi bahwa Elisa Lam ketakutan pada arwah-arwah orang-orang yang meninggal secara tak wajar di hotel yang memiliki 600 kamar tersebut.

Bukan diam-diam lagi kalau Hotel Cecil memiliki sejarah kelam. Jauh sebelum kasus Elisa Lam mencuat ke publik, Hotel Cecil tercatat telah menjadi tempat aneka macam tindakan kriminal, pembunuhan, bunuh diri, bahkan beberapa kasus final hidup yang tak dapat diungkapkan.

Seorang penulis dan juga jurnalis berjulukan James T. Bartlett dalam tulisannya yang berjudul "Gourmet Ghost" tahun 2016 menyatakan bahwa Hotel Cecil telah menjadi tempat di mana banyak terjadi kasus-kasus kecelakaan, kematian, pembunuhan, tindak kriminal, bahkan nasib buruk. Ia bahkan membandingkan hotel Cecil dengan hotel lainnya yang berada di daerah yang sama. Namun entah mengapa hanya Hotel Cecil lah yang ibarat terkutuk mengingat begitu banyaknya peristiwa buruk menyertainya.

Buku James T.Bartlett "Gourmet Ghost"

Konon kasus pembunuhan tragis Elizabeth Short (The Black Dahlia) juga memiliki relasi dengan hotel ini. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa sebelum ditemukan termutilasi pada Januari 1947 di Leimert Park, Hotel Cecil yakni hotel tempat singgah terakhir Elizabeth Short. Bahkan beberapa pihak mempercayai bahwa final hidup Elisa Lam ada hubungannya dengan arwah Elizabeth Short di hotel tersebut.

Sejarah kelam Hotel Cecil sebetulnya dimulai pada 19 November 1931. Seorang tamu hotel berjulukan James Willys of Chicago ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya setelah menenggak kapsul beracun.

Kurang dari setahun kemudian, kembali lagi terjadi kasus bunuh diri. Seorang tamu hotel berjulukan Benjamin Dodich tewas di dalam kamarnya setelah menembakkan kepalanya sendiri dengan pistol. Jasadnya gres ditemukan oleh petugas hotel keesokan harinya. Kemudian pada Juli 1934, seorang pensiunan tentara berjulukan Louis D.Borden juga tewas bunuh diri dengan cara menyayat lehernya dengan pisau.

Pada Maret 1937, seorang wanita berjulukan Grace E. Magro tewas setelah terjatuh dari lantai 9 Hotel Cecil. Tidak diketahui dengan pasti apakah penyebab kematiannya yakni bunuh diri atau kecelakaan. Setahun kemudian, seorang petugas kebakaran berjulukan Roy Thompson juga melaksanakan bunuh diri dari atap gedung hotel.

Pada tahun 1939 bahkan terjadi 2 kasus yaitu Erwin C. Neblett seorang pelaut tewas di dalam kamarnya setelah meminum racun. Kasus kedua yaitu menimpa Dorothy Sceiger yang entah kebetulan atau memang terinspirasi, melaksanakan bunuh diri dengan cara yang sama persis dengan yang dilakukan oleh Neblett.

Tahun 1944 sebuah kasus pembunuhan tragis pun pernah terjadi di Hotel Cecil. Dorothy Jean Purcell melemparkan bayi laki-lakinya yang gres lahir ke luar jendela hotel. Pada 1947, seorang pria berjulukan Robert Smith tewas setelah terjatuh dari lantai 7 hotel. seorang wanita berjulukan Hellen Gurnee juga dilaporkan tewas setelah terjatuh dari lantai 7. Tahun 1962, Julia Francis Moore juga meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 8.

Sementara itu pada Juni 1964, seorang wanita muda berjulukan Osgood ditemukan telah meninggal dunia di hotel Cecil. Wanita yang gres dipecat dari tempat bekerja ini dikenal rajin memberi makan burung-burung di Pershing Square. Mayatnya ditemukan penuh luka tusukan. Diduga berpengaruh ia sebelumnya telah mengalami pemerkosaan dan penganiayaan.

Yang paling terbaru yakni kasus tewasnya seorang pria berusia 28 tahun pada 13 Juni 2015. Pria ini ditemukan sudah tak bernyawa di luar gedung hotel setelah sebelumnya melompat dari atas hotel.

Tercatat setidaknya telah ada puluhan kasus bunuh diri, pembunuhan, pemerkosaan, bahkan kecelakaan yang menyebabkan kematian. Sementara itu, pada tahun 1985, Hotel Cecil menjadi tempat tinggal bagi pembunuh berantai terkenal Amerika yaitu Richard Ramirez dan Jack Unterweger di tahun 1991.

Richard Ramirez

Richard Ramirez atau yang juga dikenal dengan Night Stalker yakni seorang pembunuh berantai yang mulai melaksanakan aksinya di San Fransisco pada April 1984. Ia kemudian pindah ke Los Angeles dan berikutnya mulai melaksanakan aksinya di sekitar kota Los Angeles. Richard Ramirez diketahui menyewa sebuah kamar di Hotel Cecil sebagai markasnya selama melaksanakan aneka macam tindakan pembunuhan tersebut sebelum hasilnya tertangkap pada Agustus 1985 dan dijatuhi hukuman mati.

Pembunuh berantai lainnya yang juga berkaitan dengan Hotel Cecil yakni Jack Unterweger. Pria asal Austria ini yakni seorang pembunuh berdarah dingin. Bagaimana tidak dengan wajah ganteng dan kharisma yang dimilikinya, ia berhasil memperdaya wanita-wanita muda sampai berhasil melaksanakan tindakan kriminal penyekapan, penyiksaan, pemerkosaan, sampai pembunuhan. Dalam menjalankan aksinya ia telah mengelilingi aneka macam negara.

Jack Unterweger

Diketahui bahwa Jack Unterweger pernah menyewa sebuah kamar di Hotel Cecil selama menjalankan aksinya di Amerika Serikat. Meskipun setelah bebas dari penjara dan menjadi seorang penulis, Unterweger rupanya kembali lagi menjadi seorang pembunuh berantai. Ia pun kembali dijebloskan ke dalam penjara. Namun kali ini sebelum menjalani hukumannya, ia memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya menggunakan tali di dalam sel.

Dengan begitu banyaknya kasus dan kejadian buruk yang pernah terjadi di Hotel Cecil, sepertinya memang ada sesuatu yang tidak biasa di hotel ini. Atau apakah memang segala kejadian bunuh diri, kecelakaan serta pembunuhan yang terjadi semenjak awal pendiriannya yakni hanya sebuah kebetuan semata. Entahlah.


loading...