Surat Terakhir Guru Untuk Muridnya Ini Akan Membuat Kamu Menangis

Guru dan murid (foto: YouTube)

Ada yang bilang guru ialah orang bau tanah kedua. Jika direnungkan lagi , ungkapan itu memang benar , sosok guru sama halnya dengan orang bau tanah yang selalu membimbing kita ke jalan yang benar.

Tanpa guru , tidak akan ada dokter , pengacara , atau pekerjaan profesional lainnnya. Gaji mereka tidaklah besar , tapi mereka tidak pernah mengalah menunjukkan ilmunya meski harus melewati rintangan berat dari para siswanya. Karena itulah mereka disebut pendekar tanpa jasa.

Iklan Thailand ini akan menceritakan betapa berjasanya seorang guru sejati itu. Sampai di simpulan hidupnya saja , seorang guru tetap menunjukkan jasanya kepada kita.

Dalam video berdurasi 9 menit lebih ini , diceritakan seorang dokter yang merawat seorang profesor , yang sewaktu dulu pernah mengajarnya sampai menjadi dokter menyerupai sekarang.

Mengenang masa lalu saat masih berguru , dokter benama Nop itu sempat putus asa saat berguru ilmu medis. Ditambah lagi ia tidak memiliki orang bau tanah , dan harus bekerja sendiri demi membiayai sekolahnya.

Jarang masuk kelas , profesor itu galau kemana perginya Nop. Dia sendiri tahu bahwa kehidupan Nop tidak semudah menyerupai anak lainnya.

Ketika bertemu Nop , profesor itu memintanya untuk kembali ke kelas semoga ia mampu melanjutkan pendidiknya untuk menjadi dokter.

"Kamu bilang ingin menolong orang lain ," kata sang profesor.

"Menolong orang lain? Menolong diri sendiri saja saya tidak bisa. Aku tidak punya orang bau tanah , meski gue jadi dokter tidak akan ada orang yang gembira kepadaku ," jawab Nop.

"Aku yang akan gembira kepadamu ," jawab sang profesor.

Jawaban itu mengubah jalan hidup Nop yang tadinya sempat putus asa untuk kembali melanjutkan pendidikannya. Hingga karenanya ia lulus dan menjadi dokter menyerupai yang dicita-citakannya.

Hingga kemudian , profesor itu menghebuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan sepucuk surat yang begitu menyayat hati kepada Nop.

Profesor itu menulis bahwa saat seseorang sudah mati , mereka akan selalu diingat di dalam ingatan orang lain. Baik atau buruknya , itu tergantung dari apa yang kita lakukan sewaktu hidup.

Dia juga menceritakan bahwa sewaktu dulu ia lulus sebagai seorang dokter , tetapi lebih memilih menjadi seorang guru. Profesor itu mengungkapkan alasannya ialah kenapa lebih memilih menjadi guru.

Guru dan dokter memiliki satu persamaan. Mereka menggunakan pengetahuannya untuk mengobati orang lain. Guru mengobati dengan cara menunjukkan ilmu , sedangkan dokter dengan cara mengobati.

Ketika kita melihat seseorang yang kita obati jadi lebih baik , kita juga ikut mencicipi senang. Itulah alasan kenapa profesor itu lebih memilih menjadi guru.

"Sampai tidak bernafas lagi , gue tetap menjadi seorang guru ," tulis profesor itu.

Profesor tersebut menitipkan pesan bahwa saat meninggal nanti , ia ingin jasadnya digunakan untuk pendidikan medis.

Rupanya , iklan inspiratif ini terinspirasi dari kisah positif seorang guru pertama di Thailand yang menyumbangkan tubuhnya untuk pendidikan medis.

"Aku seorang guru... Bahkan saat gue meninggal , gue tetap mengajar."


Sumber: Viral4real