Manfaat Kolak Saat Berbuka Puasa



Siapa yang tak kenal hidangan yang satu ini, apalagi bagi umat muslim di bulan ramadhan. Namanya adalah kolak. Di bulan ramadhan, kolak biasanya disajikan pada waktu berbuka puasa. Sepertinya menu buka puasa belum lengkap jika belum terhidang minuman yang manis dan menyegarkan ini.

Bahan-bahan kolak pun cukup sederhana. Yang umum adalah terbuat dari labu kuning, pisang kepok (bahasa jawa: gedhang sobo), dan kolang kaling (biji buah aren), sedangkan bahan lainnya seperti gula jawa, santan, daun pandan dan mutiara (terbuat dari tepung sagu) biasanya menjadi campuran kolak agar rasanya lebih segar dan beraroma.


 Namun sebenarnya apa manfaat kolak bagi tubuh kita.

Jika dilihat dari bahan-bahannya, maka makanan kolak sangat bermanfaat, apalagi bagi orang yang sedang berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, rasanya semangkuk kolak sudah cukup untuk mengganti energi yang hilang dalam tubuh. Yang terpenting adalah terdapat kandungan glukosa di dalam kolak dan sedikit lebih manis dari menu kolak biasa, karena di dalam gula banyak mengandung energi yang baik untuk tubuh yang kurang tenaga.

Adapun manfaat dari labu kuning selain banyak mengandung karbohidrat, juga banyak mengandung vitamin C, A dan kaya akan serat alami. Yang paling penting dari buah labu kuning adalah kandungan gizinya yang tinggi yaitu pro-vitamin A. Menurut Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta: “Seandainya setiap orang memakan 70 gram labu kuning per hari maka sudah cukup memenuhi asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh”.
Selain labu, pisang juga banyak mengandung serat. Serat pisang terdiri dari selulosa, pektin, dan hemiselulosa yang dapat diandalkan untuk menurunkan kolesterol darah, melindungi jantung, serta dijadikan wahana pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Satu buah pisang rata-rata mengandung 440 mg. Kalium yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh, kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan membantu pengiriman oksigen ke dalam otak. Kelebihan lain dari buah pisang adalah mencegah tenggorokan kering dan susah menelan.

Yang tak kalah lezatnya dalam kolak adalah buah kolang kaling. Kolang kaling berasal dari protein albumin dari pohon aren sebagai cadangan benih yang dalam bahasa belanda disebut juga glibbertkjes ini juga mengandung karbohidrat yang bisa mengenyangkan perut. Buah yang berwarna putih kenyal ini juga dikenal sebagai buah untuk diet sebab bisa menurunkan nafsu makan, karena itu sebaiknya tidak mencampur terlalu banyak kolang kaling dalam kolak.

Mellihat begitu banyak kandungan gizi yang terkandung dalam kolak, rasanya tidak terlalu khawatir bagi umat muslim yang sedang berbuka puasa untuk menyantap hidangan yang lezat ini. Tetapi tentu saja tetap pada ukuran yang wajar agar tidak berlebihan mengkonsumsinya, apalagi bagi penderita diabetes.

Sumber