7 Sosok Ilmuwan Wanita yang Terhebat di Seluruh Penjuru Dunia

7 Sosok Ilmuwan Wanita yang Terhebat di Seluruh Penjuru Dunia
Dalam sejarah panjang dunia tak hanya laki-laki yang hebat, pasalnya wanita juga mampu menjadi manusia yang hebat yang mampu menyetarakan diri dengan pria. Wanita pun juga ada yang menjadi penemu di dunia yang mampu mengeluarkan idenya dalam sebuah karya yang akhirnya dikenal oleh dunia. Di akhir abad ke-20, hanya 10 persen paten penemuan yang diberikan pada kaum perempuan. Bukan berarti kalah pintar dari kaum pria, melainkan butuh waktu puluhan dan mungkin ratusan tahun hingga kaum perempuan bisa sejajar di mata pria. Lantas siapa sajakah wanita terhebat yang telah menjadi penemu? Untuk mengetahuinya mari kita simak berikut ini yang telah kami rangkum dari Wikipedia.

1. Lillian Moller Gilbreth
Gilbreth 01
By Richard Arthur Norton (1958- ) at en.wikipedia [Public domain], via Wikimedia Commons
Dia adalah ratu ergonomi. Kita bisa berterima kasih atas tempat sampah dengan pedal kaki, mixer makanan listrik, rak di pintu kulkas dan perbaikan dapur lainnya. Lillian Moller Gilbreth, BA, MA, PhD (24 Mei 1878–2 Januari 1972) adalah salah seorang wanita ilmuwan Amerika Serikat yang pertama kali menyandang gelar doktor (Ph.D). Lillian Moller Gilbreth adalah seorang perintis ergonomik. Gilbreth banyak mematenkan temuannya, termasuk alat pencampur makanan dari listrik dan tempat sampah dengan penutup yang dapat dibuka dengan injakan kaki. Sebagian orang berpendapat bahwa Gilbreth adalah ahli psikologi organisasi dan industri yang pertama. Bersama suami bernama Frank Bunker Gilbreth, ia adalah perintis bidang teknik industri. Pasangan suami istri Frank dan Lillian Gilbreth memiliki banyak anak sehingga mereka tertarik dalam studi waktu dan gerak. Kesibukan pasangan ini yang beranak dua belas digambarkan dalam novel Cheaper by the Dozen dan Belles on Their Toes. Sebagai penghormatan baginya, Dinas Pos Amerika Serikat mengeluarkan prangko bergambar Lillian Gilbreth pada tahun 1984. Gilbreth dianggap sebagai "Ratu Bidang Teknik yang Pertama", dan menjadi wanita pertama yang dipilih sebagai anggota Akademi Teknik Nasional Amerika Serikat. Gilbreth bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Purdue, Akademi Teknik Newark dan Universitas Wisconsin-Madison. [Link]

2. Marie Curie
Marie Curie
By Press Illustrating Service, New York City [Public domain], via Wikimedia Commons
Maria Skłodowska-Curie (lahir di Warsawa, Polandia, 7 November 1867 – meninggal 4 Juli 1934 pada umur 66 tahun) adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang Hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada 1903 dan Kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama dengan suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium. Curie adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangi dua Hadiah Nobel dalam dua bidang, adalah salah satu peneliti terpenting dalam bidang radiasi dan efeknya sebagai perintis radiologi. Catatan miliknya berisi tentang radioaktif, sampai baru-baru ini seorang cucu perempuannya mendekontaminasinya. Marie Curie dibesarkan di Polandia dalam keluarga guru. Karena krisis di Polandia, ia jatuh miskin dan harus hidup hemat. Yang lebih menyedihkan lagi, ia harus sembunyi-sembunyi untuk belajar ilmunya. Pada tahun 1891 Marie melanjutkan studinya tentang Fisika dan Matematika di Universitas Sorbonne. Baru setelah dia pergi ke Paris untuk sekolah di Universitas Sorbonne maka dia dapat lebih leluasa untuk melakukan riset sampai akhirnya dari bekalnya itu dia mampu mengisolasi radium dari laboratorium tuanya yang sederhana; dari sinilah awal kepopulerannya. Marie mengunjungi Polandia untuk yang terakhir kalinya pada awal tahun 1934. Ia tak mengetahui bahaya zat radioaktif saat mencoba mengisolasinya, sehingga terlalu sering melakukan kontak langsung dengan unsur-unsur tersebut. Radiasi sinar radium yang berlebih memberi dampak negatif bagi tubuhnya, ia mengidap kanker leukimia. Tiga bulan kemudian pada tanggal 4 Juli 1934 di Haute Savoie, Curie mengembuskan napas terakhirnya. Dunia kehilangan seorang wanita tangguh yang berjasa pada pengembangan pengetahuan dan kemanusiaan. [Link]

3. Grace Murray Hopper
Commodore Grace M. Hopper, USN (covered)
By James S. Davis [Public domain], via Wikimedia Commons
Dia menerobos bidang yang mayoritas dikuasai laki-laki dalam hal Pemrograman. Dia adalah penemu bahasa pemrograman COBOL. Grace Murray Hopper (lahir 9 Desember 1906 – meninggal 1 Januari 1992 pada umur 85 tahun) adalah seorang ilmuwan komputer dan Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat. Menjadi pelopor di bidangnya, ia adalah salah satu pemrogram komputer Harvard Mark I, dan mengembangkan kompilator pertama untuk bahasa pemrograman komputer. Ia menyusun konsep bahasa pemrograman independen dari mesin yang berujung pada pengembangan COBOL, salah satu bahasa pemrograman modern pertama. Hopper juga dianggap sebagai tokoh yang memopulerkan istilah "debugging" untuk memperbaiki gangguan pada komputer (terinspirasi dari ngengat yang ditemuinya pada komputernya). Karena banyaknya prestasi dan pangkatnya di angkatan laut, ia dijuluki dengan "Amazing Grace". Kapal penghancur Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Hopper (DDG-70), dinamai berdasarkan namanya, begitu juga dengan superkomputer "Hopper" Cray XE6 di NERSC dan ruang belajar Universitas Teknologi Chalmers. [Link]

4. Mary Anderson
Wiper
Dia menemukan perangkat untuk membersihkan jendela mobil, kini dikenal dengan wiper kaca depan mobil. Mary Anderson (1866-1953) ialah penemu penyapu kaca mobil (wiper) pada 1903. Anderson diberi paten pertamanya untuk alat pembersih jendela kaca-yang awalnya ditentang-pada 1904. Ia mendapat ide untuk menciptakan alat ini waktu dia tertusuk di perjalanan pulang ke New York tahun 1903 akibat hujan lebat. Dia kemudian menggambar idenya untuk gagasan untuk menyapu kaca agar ia tidak perlu lagi keluar mobil. Fakta yang paling menarik adalah ia tidak pernah menjual penemuannya ini sehingga ia tidak pernah mendapat sen tunggal untuk penemuan ini. Pada 1916, penyapu kaca mobil menjadi perlengkapan standar semua mobil di Amerika Serikat. [Link]

5. Stephanie Kwolek
Stephanie Kwolek 1986
Dia adalah seorang penemu dan ilmuwan, ibu dari Kevlar serat baja seperti sintetis yang digunakan pada ban radial, helm keselamatan, dan rompi antipeluru. Aramaid atau Kevlar ditemukan oleh ahli kimia dari Amerika ini pada tahun 1964. Kwolek bekerja sebagai peneliti di perusahaan DuPont. Aramid sendiri adalah kependekan dari aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot dan dapat memiliki kemampaun vibration damping yang sangat bagus. Aromatic polyamide juga tahan terhadap bahan-bahan asam dan basa serta mampu menahan panas hingga 370 derajat Celcius. Aramid juga banyak digunakan dalam bidang pesawat terbang, tank, dan roket. Produk yang dipasarkan dikenal bernama Kevlar. Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan namun memiliki kekuatan lima kali lebih besar daripada besi.

6. Bette Nesmith Graham
Tipp-Ex
Dia menemukan kertas cair, awalnya disebut “Mistake out”, zat yang digunakan untuk menutupi kesalahan yang dibuat di atas kertas. Bette Nesmith Graham lahir 23 Maret 1924, di sudut kota Dallas, Texas, AS. Ia dibesarkan di kota kelahirannya oleh kedua orang tuanya, Jesse dan Christine McMurry. Sebelum komputer digital dibuat manusia, dalam menyelesaikan urusan pekerjaan laporan orang menggunakan mesin tik. Namun, alat ini memiliki kelemahan, tidak bisa menghapus kesalahan pengetikan. Bayangkan, semenjak mesin tik ditemukan 1714, oleh Henry Mill di Inggris dan dikembangkan Thomas Alva Edison menjadi mesin tik elektrik, belum ada yang memikirkan untuk menciptakan suatu alat yang bisa menghapus kesalahan dalam pengetikan. Pada tahun 1951, keluhan para pekerja di balik meja, baru bisa terjawab. Seorang juru ketik asal Amerika, Bette Nesmith Graham menemukan solusi untuk menutupi kesalahan dalam pengetikan dengan sebuah cairan bernama liquid paper atau yang kita kenal dengan Tipp-Ex.

7. Ruth Wakefield
Chocolate chip cookie
Dia menemukan cara membuat chocolate chip cookie. Ruth Wakefield adalah sosok perempuan yang hebat yang mampu menjadi penemu hebat yang hingga kini dikenal dunia Taukah anda Kue kering chocolate chip paling enak disantap sore hari sambil minum teh. Penemunya adalah Ruth Wakefield, ahli gizi dan dosen makanan. Ia dan suaminya pindah ke Boston dan membuka usaha penginapan. Pada suatu hari di tahun 1930 ia sedang menyiapkan hidangan untuk tamu. Wakefield membutuhkan coklat leleh agar resepnya sempurna, sayang ia kehabisan bahan. Akhirnya ia mengambil batangan cokelat Nestle, dihancurkan kecil-kecil dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat tersebut akan mencair. Ternyata yang dihasilkan justru cokelat yang menggumpal kecil-kecil. Itulah sejarah kelahiran chocolate chips.


sumber