Wu Zetian Kaisar Wanita Yang Kejam,… Benarkah?

Kebijakan Wu Zetian tidak begitu buruk dan reputasinya membaik dalam beberapa dekade terakhir kepemimpinannya, bahkan banyak perubahan politik yang akhirnya membuat pemerintahan yang damai dan sejahtera.

Sebagian besar negara didunia setidaknya pernah memiliki pemimpin wanita yang berpengaruh. Sejarah terdahulu bisa dilihat dari kepemimpinan Hatshepsut yang memerintah Mesir kuno, Catherine di Rusia, atau Trung Trac yang memerintah Vietnam.

Mereka terpilih, berkuasa, sebagian besar diturunkan seorang raja yang tidak memiliki anak laki-laki, atau seorang Ratu licik yang berhasil merebut kekuasaan suaminya. Namun wanita-wanita yang berhasil bangkit, selalu mengalami kesulitan untuk memerintah secara efektif daripada pria pada periode awal sejarah, ketika muncul perseteruan antara raja dan pemimpin militer, kemudian kekuasaan disita dengan paksa. Seorang ratu tampaknya terpaksa untuk memerintah seperti laki-laki, tapi lebih banyak menuai kritik dalam pemerintahannya, seperti Ratu Christina dari Swedia dan Ratu Elizabeth I.


Mengungkap Catatan Hitam Wu Zetian

Dari semua pemimpin wanita, Wu Zetian seorang pemimpin di abad ke-7 menjadi satu-satunya wanita (kurun waktu 3000 tahun) yang memerintah dengan otoritas sendiri dalam sejarah Cina.

Permaisuri Wu Zetian
Wu Zetian / Credit: Cultural China

Wu Zetian dianggap sebagai permaisuri besar, dia memegang kekuasaan penuh selama lebih dari setengah abad. Sejarah tradisi mencatatnya sebagai kaisar wanita yang kejam dan tegas, dia memerintah dengan stabil dan mengkonsolidasi dinasti Tang yang pada saat itu tampaknya mengalami kehancuran. Sejak masa Tang diperhitungkan sebagai zaman keemasan peradaban Cina, menunjukkan bahwa permaisuri Wu Zetian merupakan pemimpin yang paling penting.

Wu Zetian memiliki catatan sejarah tradisi yang sangat buruk, selama berabad-abad dia dicela oleh sejarawan Cina sebagai perampas yang kejam dan ‘nakal’. Pertama kali memasuki dinasti ini, Wu Zetian bersedia untuk memuaskan selera seksual tertentu yang tidak biasa pada kaisar Taizong. Hatinya seperti ular dan sifatnya seperti serigala, dia penjilat yang jahat dan menghancurkan pejabat yang baik dan setia. Ada juga sejarawan yang mencela lebih buruk dari itu, menyebutkan bahwa Wu Zetian membunuh kakaknya, membantai, membunuh penguasa, meracuni ibunya, dan dibenci oleh dewa dan manusia.

Gambaran Wu Zetian menjadi bahan perdebatan, salah satu alasannya disebabkan sifat dan kurangnya keragaman di antara sumber-sumber yang bertahan sepanjang sejarah Cina. Alasan lain karena sejarah kekaisaran ditulis untuk memberikan pelajaran bagi penguasa di masa depan, dan cenderung berbobot berat terhadap perampas dan siapa saja yang meyakini kepekaan para ulama Konghucu yang mengajarkan kepada generasi selanjutnya. Menurut para ulama, yang seharusnya dilakukan Wu Zetian hanya menjadi seorang wanita.

Tuduhan terhadap Wu Zetian menyatakan bahwa dirinya menghabisi 12 cabang klan Tang, mengeksekusi dua kepala pangeran pemberontak yang dibawa istananya. Ada juga isu yang diperintahkannya pada cucu laki-laki dan perempuan untuk bunuh diri karena telah berani mengkritik dirinya. Kemudian meracuni suaminya, padahal dalam sejarah dinyatakan bahwa seluruh keluarga berkumpul di sekitar tempat tidur menjelang kematian kaisar untuk mendengarkan kata-kata terakhir.

Hingga saat ini, Wu Zetian dianggap terkenal karena kekejamanya. Kedudukannya bukan sebagai istri pertama Gaozong, tetapi permaisuri Wang sebagai permaisuri senior diantara selir-selir raja. Menurut sejarah tradisi Cina, Wu Zetian menahan nafas putri Gaozong dan menyalahkan kematian bayi itu pada Wang, yang merupakan orang terakhir memeluknya. Kaisar mempercayai cerita Wu Zetian, dan permaisuri Wang diturunkan dan dipenjara jauh dari istana. Setelah Wu menjadi permaisuri yang menggantikan Wang, dia memerintahkan agar membunuh dan memutilasi tubuh Wang serta melemparkannya ke dalam tong anggur, kemudian menenggelamkannya.


Wu Zetian Pintar Dan Tegas, Bukan Pemimpin Yang Kejam

Beberap fakta yang dianalisis sangat berbeda jauh dengan isu-isu tradisi China. Disebutkan bahwa Wu Zetian adalah putri dari seorang jenderal kecil yang disebut Ding dari Dinasti Ying, yang datang ke istana menawarkan diri sebagai selir di sekitar tahun 636 Masehi. Wu sangat cantik, dalam jajaran selir istana mungkin memenangkan kontes kecantikan wanita paling cantik di abad pertengahan. Tapi kecantikan tidak cukup mengangkat Wu yang masih remaja melewati peringkat kelima wanita-wanita di istana, posisinya hanya sebagai selir raja.

Meskipun Wu Zetian luar biasa dalam membaca dan dianggap keras kepala, dia mempunyai keuntungan lebih diantara saingannya. Tugasnya termasuk mengubah lembaran kekaisaran yang berpotensi memberikan akses kepada Taizong. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan tekad kuat, seperti yang dilakukannya dalam dua dekade kemudian.

Setelah kematian Taizong, Wu Zetian mencapai posisi pertama, selir-selir kaisar mencukur kepala mereka dan mengurung diri di biara selama sisa hidup mereka, karena menjadi sebuah penghinaan bagi orang yang sudah mati ketika harus melayani kaisar baru. Kaisar baru dipimpin Gaozong dan Wu Zetian masih tetap menjadi permaisuri.

Setelah kematian Gaozong pada tahun 683 Masehi, dia tetap memiliki kekuatan di balik tahta sebagai permaisuri, memanipulasi kesuksesan putranya pada tahun 690 dan memerintahkannya untuk melepaskan dan mengambil kekuasaan sendiri. Di tahun 705 ketika usianya lebih dari 80 tahun, Wu Zetian akhirnya digulingkan oleh salah satu anak kaisar dari permaisuri lain yang pernah diasingkan sebelumnya.

Kebijakan Wu tidak begitu buruk dan reputasinya telah membaik dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintahannya damai dan sejahtera, dia memperkenalkan sistem meritokrasi dalam ujian masuk untuk birokrasi kekaisaran yang bertahan hingga abad ke-20, menghindari perang dan duta besar menyambutnya dari jauh seperti Kekaisaran Bizantium. Wu menunjukkan salah satu karakteristik penting, dia mengakui dan sering bertindak atas kritik para menteri yang setia. Permaisuri Wu Zetian bahkan mempromosikan hak-hak perempuan, anggaran militer dikurangi, memotong pajak, gaji pejabat dinaikkan, pensiunan diberi upah pensiun yang layak, dan lahan kerajaan yang luas dekat ibukota diserahkan kepada peternak.

Pada saat ini letak makam tidak dapat diakses, jalan ke sebuah gunung berkelok-kelok, tidak ada yang tahu rahasia tempat pemakaman itu. Sama seperti kebanyakan makam para penguasa Cina terkenal, termasuk Kaisar Pertama yang belum pernah dijarah atau diungkap arkeolog.

Kematian Wu Zetian tetap menjadi kontroversi, dikabarkan makamnya luar biasa, ketika dia meninggal dikuburkan di sebuah makam di pedesaan sekitar 50 km sebelah utara dari ibukota Xian. Dimakamkan diantara dua bukit rendah yang diatasnya terdapat menara pengawas. Saat ini dikenal sebagai Bukit Puting, tradisi Cina menyatakan bahwa tempat itu dipilih karena kedua bukit mengingatkan pada Gaozong dan payudara Wu Zetian saat berusia muda.


sumber