Aku Menyesal Membenci Ibuku Yang Bermata Satu Setelah Melihat Surat Terakhirnya


Seorang ibu selalu mengedepankan kepentingan anaknya. Bahkan saat tersisa satu piring nasi saja , seorang ibu akan memberikannya terlebih dahulu kepada anaknya. Ibu tidak akan tega melihat anaknya menderita , dan seorang ibu rela mengorbankan apa saja demi anaknya.

Namun sayang , banyak bawah umur yang tidak menghargai apa saja yang sudah dikorbankan ibunya selama ini. Bahkan untuk mengucapkan kata "Terima kasih" saja , kita terkadang lupa mengucapkannya.

Apakah Anda sudah mengucapkan kata "Terima kasih" kepada ibu Anda hari ini? Jangan hingga Anda sadar betapa besarnya pengorbanan seorang ibu saat ia sudah tiada lagi di dunia ini. Jangan hingga Anda menyesal tidak sempat mengucapkan kata "Terima kasih" saat ibu Anda sudah pergi untuk selama-lamanya.

Film pendek ini akan mengajarkan Anda untuk menghargai dan menghormati ibu Anda , tak peduli menyerupai apa kondisi ibu Anda.

Dalam cuplikan ini menampilkan seorang pria yang mampu melihat indahnya dunia ini dengan kedua matanya , sementara ibunya hanya mampu melihat dengan satu mata satu mata. Namun , pria tersebut sangat membenci dan aib keada ibunya alasannya ialah memiliki mata satu.

Ditambah lagi ibunya hanya bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah. Pria itu semakin aib alasannya ialah teman-temannya banyak yang takut terhadap ibunya , selain itu ia hidup diselimuti kemiskinan.

Kemudian pria itu berjanji akan menjadi seorang yang sukses. Dia bahkan rela meninggalkan ibunya sendirian dan menganggapnya seolah tak pernah ada. Ketika ia sudah sukses ia berniat menemui ibunya yang telah lama ditinggalkannya. Namun sayang , ibunya telah meninggal dan hanya meninggalkan sepucuk surat untuk anaknya.

Apa yang ditulis ibu bermata satu itu dalam surat terakhirnya benar-benar membuat anaknya menyesal berat. Tapi sayang , penyesalan memang selalu datang terlambat. Berikut isi surat yang ditinggalkan ibu bermata satu untuk anaknya.

Anakku Tersayang

Saya memikirkan kau setiap waktu. Saya minta maaf telah datang ke rumahmu dan menakuti anak-anakmu. Saya sangat senang saat saya mendengar kau datang untuk reunian. Tapi saya tidak mampu , bahkan keluar dari kawasan tidur untuk melihatmu. Saya minta maaf telah membuat kau aib saat kau tumbuh dewasa.

Kamu lihat , saat kau masih kecil , kau mengalami kecelakaan , dan kau kehilangan satu mata. Sebagai seorang ibu , saya tidak mampu tinggal membisu melihat engkau akan tumbuh dengan satu mata. Makara saya memperlihatkan mataku untukmu. Saya sangat besar hati dengan anak saya yang telah memperlihatkan dunia gres kepada saya dengan satu mata. Saya ingin kau menjadi seorang yang sukses dalam kehidupan ini. Sampai kemudian...aku mencintaimu anakku.

Semua kasih sayangku untukmu anakku.

Ibumu.

Melihat surat itu , pria tersebut benar-benar sangat menyesal. Ibunya yang selama ini ia acuhkan dan bahkan dihinanya , ternyata ia telah memperlihatkan matanya biar anaknya tidak hidup menderita. Sementara ibunya rela dihina dan ditelantarkan anaknya sendiri , tapi ia tetap mencintai anaknya apapun yang terjadi.

Itulah sedikit gambaran ihwal betapa besarnya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu rela sakit asalkan anaknya sehat , seorang ibu rela menderita asalkan anaknya bahagia , seorang ibu rela kelaparan asalkan anaknya kekenyangan , kasih sayang seorang ibu memang tak terhingga sepanjang masa.

Berikut cuplikan film pendek yang berkisah ihwal seorang anak yang membenci dan aib terhadap ibunya yang bermatu satu.