6 Latihan Pasukan Elit Paling Ekstrim

Merangkak di jalan bebatuan bergigi (foto: Oddee)

Setiap negara memiliki cara sendiri dalam melatih angkatan militer mereka. Demi menerima pasukan yang berpengaruh dan tangguh di medan pertempuran , pelatihan yang diberikan kepada pasukan mereka sangatlah ekstrim dan bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa.

Misalnya saja latihan saling menembak di bab dada yang dilakukan pasukan khusus Rusia. Atau meminum darah ular kobra , dan merangkak di sepanjang jalan yang dipenuhi kerikil karang bergigi. Itu ialah salah satu dari sekian banyak latihan militer yang terbilang ekstrim dan gila.

Penasaran ibarat apa latihan pasukan elit dari aneka macam negara berlatih? Berikut ibarat dirangkum dari Oddee , beberapa latihan pasukan elit paling ekstrim.

6. Ditembak di bab dada

(foto: Oddee)

Larry Vickers , seorang pensiunan operator Pasukan Khusus 1st Amerika Serikat , memfilmkan serangkaian latihan yang disebut TAC-TV , yang dilakukan pasukan khusus Rusia. Latihan ini melibatkan saling tembak-menembak pada bab dada.

Tujuan latihan ini semoga pasukan sudah siap kalau di medan pertempuran nanti mereka tertembak. Beberapa pasukan yang berlatih ada yang terluka cukup parah , sementara yang lain hanya tertembak peluru hanya mengenai bab rompi pelindung.

Selain itu , latihan ini ditujukan semoga pasukan bisa menembak dengan akurat. Karena kesalahan sedikit saja , bisa membuat pasukan lainnya mati. Meskipun latihan ini sangat ekstrim , pasukan harus tetap damai dalam melaksanakan pelatihan ini.

5. Melompati cincin api

(foto: Oddee)

Foto di atas menyampaikan salah seorang prajurit meloncati cincin api , layaknya sirkus. Diketahui , latihan melompati cincin api ini dilakukan angkatan militer China.

Tujuan latihan ini dimaksudkan semoga para prajurit sudah terbiasa melihat hal-hal berbahaya. Selain itu , adrenalin para preajurit akan terpacu , di mana itu memiliki kegunaan sekali dalam pertempuran sungguhan.

4. Menghancurkan kerikil bata dengan kepala

(foto: Oddee)

Di China dan Korea Selatan , mereka tak hanya melatih para prajuritnya untuk handal dalam menembak , tetapi kekuatan fisik mereka juga harus kuat.

Pasukan di China menggunakan latihan mematahkan batang bambu di punggung mereka , sementara di Korea Selatan , mereka melaksanakan latihan menghancurkan kerikil bata dengan kepala.

3. Meminum darah ular kobra

(foto: Oddee)

Marinir Amerika Serikat juga memiliki latihan militer yang terbilang ekstrim. Mereka meminum darah ular kobra dan merobek kepala ayam dengan gigi mereka.

Setelah diajarkan bagaimana untuk membunuh ular kobra berbisa oleh instruktur angkatan laut Thailand , marinir AS disuruh untuk mengikuti tabiat istiadat setempat dengan meminum darah hewan.

Selain meminum darah ular kobra , mereka juga dilatih untuk membunuh ayam dengan mengigit kepalanya atau memakan ekor ular kobra.

Latihan yang dilakukan selama 11 hari ini disebut Cobra Gold 2014 , yang melibatkan sekitar 13.000 tentara dari Thailand , Amerika Serikat , Singapura , Jepang , Korea Selatan , Malaysia , dan Indonesia. Pelatihan yang dilakukan di provinsi Chon Buri , Thailand ini meliputi , serangan amfibi , perlindungan kemanusiaan , evakuasi pasukan , dan serangan di hutan.

2. Melatih keseimbangan di atas tembakan

(foto: Oddee)

Prajurit dari Unit Khusus Kementerian Dalam Negeri Belarus , harus melatih keseimbangan badan mereka di atas tembakan senjata api sungguhan. Prajurit akan disuruh berjalan di atas tiang besi dan harus menjaga keseimbangan tubuhnya , kalau tidak ingin terjatuh dan tertembak. Selain itu , prajurit diuntut untuk tetap damai meski berada dalam tekanan , di mana kemampuan ibarat ini sangat memiliki kegunaan dalam pertempuran sungguhan.

1. Merangkak di jalan bebatuan bergigi

(foto: Oddee)

Sebuah latihan yang disebut "Jalan ke Surga" merupakan tes tahap final dari latihan sembilan ahad intensif Program Latihan Amfibi di Zouying , Kaohsiung , Taiwan selatan.

Latihan ini memaksa para prajurit untuk merangkak di sepanjang jalan yang dipenuhi dengan kerikil karang bergigi dan bebatuan lainnya. Tujuan latihan ini tak lain untuk membuat para pasukan tahan dari rasa sakit , serta memiliki kekuatan fisik yang kuat.