Apa Yang Terjadi Pada Bumi Jika Terjadi Perang Nuklir?

Ilustrasi ledakan nuklir (foto: jagatplay.com)

Mendengar nuklir , semua orang pasti mendefinisikannya sebagai bom pembunuh massal yang mampu meratakan satu pulau dalam sekejap. Lantas apa yang terjadi pada bumi ini kalau terjadi perang nuklir?

Nasib buruk akan menghampiri segala macam bentuk kehidupan di dalam bumi kalau seandainya terjadi perang nuklir.

Untuk pertama kalinya komputer berhasil menggambarkan keadaan mengerikan di bumi setelah perang nuklir. Jutaan bahkan miliar orang akan meninggal dalam sekejap , puluhan ribu bangunan akan rata dengan tanah , dan juga terjadinya perubahan iklim besar-besaran.

Seperti dilansir Daily Mail tahun lalu , seandainya terjadi perang nuklir , bumi ini akan dilanda kelaparan , animo cuek yang panjang , dan lapisna ozon akan berkurang sebesar 50 persen. Hal itu akan mengurangi populasi di bumi secara drastis.

Para peneliti dari Colorado menggunakan sampel perang nuklir antara India dan Pakistan , di mana masing-masing kedua negara itu meledakan 50 senjata nuklir dengan berat masing-masing mencapai 15 kiloton.

Kemudian , para peneliti menggunakan model komputer untuk menguji dampak dari perang nuklir tersebut terhadap bumi dan lingkungannya. Hasilnya , hal-hal mengerikan akan terjadi pasca perang nuklir.

Jika 100 nuklir dengan ukuran yang sama ibarat yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki diledakan bersamaan , maka itu akan melepaskan lima megaton karbon hitam ke atmosfer yang akan menghalangi sinar matahari , sehingga berakibat fatal bagi kehidupan di bumi.

Setelah itu akan terjadi hujan karbon hitam , hujan yang sangat mematikan yang akan menghancurkan apa saja yang tersisa setelah perang nuklir. Setelah itu pula , suhu bumi akan semakin menurun.

Satu tahun pasca perang nuklir , suhu bumi akan turun sebesar 1 derajat Celcius , dan setelah lima tahun , suhu bumi akan semakin turun menjadi 1 ,5 derajat Celcius. Kondisi ini akan membuat suhu di bumi menjadi sangat cuek dalam jangka waktu yang panjang.

Cuaca cuek tersebut akan menurunkan 'salju pembunuh' yang akan memperlambat pertumbuhan tanaman selama 10 hingga 40 hari.

Selain penurunan suhu , para peneliti juga mengatakan lapisan ozon akan menghilang sebesar 20 hingga 50 persen , di mana kejadian hilangnya lapisan ozon ibarat ini belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.

Akibat hilangnya setengah lapisan ozon , hal itu akan meningkatkan sinar UV di beberapa lokasi sebesar 80 persen. Dengan meningkatkan sinar UV , maka risiko kanker kulit akan semakin meningkat.

Peneliti juga menyebut bumi akan dilanda kelaparan global alasannya yaitu produksi pangan yang menurun secara signifikan. Hal itu dikarenakan curah hujan yang menurun secara drastis.

Lima tahun setelah perang nuklir , insan akan melihat hujan sebesar 9 persen , sementara setelah 26 tahun curah hujan akan semakin berkurang menjadi 4 ,5 persen.

Akibat perang nuklir , para peneliti menyimpulkan akan terjadi kehancuran besar-besaran yang berujung pada simpulan hidup bagi ratusan hingga miliaran jiwa.

Sepanjang sejarah umat insan , hanya ada dua bom nuklir yang pernah digunakan , yaitu dikala Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , pada penghujung Perang Dunia II. Jika ditotalkan , ada sekitar 230.000 orang yang meninggal akhir serangan tersebut.