Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Pada tanggal 10 april kemarin sempurna dua ratus tahun setelah meletusnya Tambora , gunung strato vulkanik yang berada di pulau Sumbawa. Bagi dunia internasional , Tambora ialah ikon bencana terbesar untuk melihat dan mempelajari dampak perubahan iklim jawaban erupsi terbesar yang pernah dicatat di sejarah dunia.

Namun sebaliknya , di Indonesia fenomena letusan gunung Tambora dan dampaknya bagi dunia belum banyak diketahui oleh masyarakat indonesia sendiri secara luas. Di bawah ini mimin telah mengumpulkan fakta-fakta dari banyak sekali sumber ihwal Tambora dan dampaknya bagi iklim global , sosial , politik , ekologi sampai temuan dan inovasi teknologi. Apa saja itu ?

1. LETUSAN YANG MEMPENGARUHI IKLIM GLOBAL

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Pada tanggal 10 April 1815 Tambora meletus secara dahsyat dan mengeluarkan material yang tercatat sebagai letusan terbesar yang pernah terjadi di dunia. Akibat letusan ini tahun 1816 tercatat sebagai “tahun tanpa demam isu panas” di Eropa dan Amerika Utara , jawaban debu dan partikel vulkanik yang terlempar ke lapisan atmosfer menghalangi cahaya matahari.

Letusan ini telah menjadikan anomali temperatur global , sampai temperatur turun sekitar tiga derajat celcius (pendinginan global) dan menghancurkan panenan dan menjadikan kelaparan besar di banyak sekali negara , termasuk Amerika Utara , Tiongkok , India dan Eropa. Dampak lanjutan erupsi Tambora dan telah menyebabkan penyebaran penyakit tipus dan disentri yang dipercaya telah merenggut korban jiwa di Eropa sampai 200 ribu orang pada periode 1816-1819.

2. SEBERAPA DAHSYAT LETUSAN NYA ?

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Letusan Tambora dicatat dalam skala tujuh pada skala Volcanic Explosivity Index , mengeluarkan material vulkanik 160 km kubik (38 cu mi) yang empat kali lebih berpengaruh dari letusan Krakatau tahun 1883. Sebelum meletus tinggi Tambora diperkirakan 4.300 mdpl , setelah meletus tinggi gunung terpangkas menjadi 2.851 mdpl dan meninggalkan kaldera berukuran 6-7 km berkedalaman 600-700 meter.

Tinggi asap letusan ini mencapai sampai 43 kilometer di stratosfir dan menyebabkan langit berwarna oranye merah. Letusan Tambora mengeluarkan welirang oksida yang menghalangi cahaya matahari (sunlight blocked). Suara guruh jawaban letusan dilaporkan terdengar sampai ke Ternate , Batavia , Makassar bahkan sampai ke Sumatera. Tsunami jawaban letusan Tambora tercatat di beberapa kepulauan Indonesia , termasuk semenanjung Sanggar di Sumbawa , sampai maluku.

3. BERAPA BANYAK KORBAN JIWA AKIBAT LETUSAN TAMBORA ?

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Salah satu catatan penting letusan Tambora yang menjadi tumpuan sejarah ialah History of Java , buku yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles Gubernur Jendral Inggris di Jawa dikala itu. Raffles mengumpulkan banyak sekali isu dari para pedagang , peneliti dan armada militer Inggris yang dikala itu berada di nusantara.

Dari catatan tersebut , para peneliti kemudian melaksanakan kalkulasi jumlah korban jiwa letusan Tambora. Zollinger (1855) , peneliti yang menghabiskan berapa bulan studi di Sumbawa pasca letusan , menyebutkan korban jiwa pribadi letusan Tambora ialah 10.000 orang , ditambah 38.000 lainnya meninggal jawaban kelaparan di Sumbawa dan 10.000 lainnya di pulau Lombok.

Tanguy et al (1998) menganalisis angka ajal pribadi letusan Tambora sekitar 11.000 dan 49.000 korban lain jawaban kelaparan termasuk kelaparan yang terjadi di Bali dan Jawa Timur. Sedangkan Oppenheimer (2003) menyebutkan total ajal jawaban bencana Tambora ialah 71.000.


4. HILANGNYA PERADABAN DI SEKITAR GUNUNG TAMBORA

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Letusan Tambora telah memusnahkan peradaban yang berada di sekitar gunung tersebut , yang secara administratif sekarang berada di kabupaten Dompu dan Bima. Menurut para andal sejarah dan arkeologi , terdapat tiga kerajaan lokal yang hilang jawaban letusan Tambora yaitu Sanggar , Tambora dan Pekat.

Pada tahun 2004 , penggalian arkeologi oleh para peneliti dari Indonesia dan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Prof. Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island menemukan sisa-sisa peradaban ibarat perunggu , tembikar dan kaca. Pada tahun 2010 , tim Balai Arkeologi Denpasar menemukan rangka rumah dari kayu , benda-benda perabotan , keris , keramik , alat tenun dan embel-embel yang mengindikasikan eksistensi kerajaan Tambora dan Pekat.

5. APA HUBUNGAN LETUSAN TAMBORA DENGAN PENEMUAN SEPEDA ?

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Banyaknya kuda yang mati jawaban dampak iklim global yang diakibatkan letusan Tambora di Eropa , dipercaya telah menginspirasi penemuan sepeda awal yang disebut Laufmaschine (“mesin berjalan”) yang ditemukan oleh Baron Karl von Drais (oleh alasannya itu alat transportasi ini juga disebut sebagai draisine). Pada tahun 1816 Drais mematenkan temuannya , dan mulai menjual produk tersebut di Jerman dan Perancis.

Menurut Hans-Erhard Lessing , seorang sejarawan asal Jerman yang meneliti sejarah banyak sekali penemuan penting , velocipede yang ditemukan oleh Von Drais bermula sebagai transportasi alternatif setelah beliau menemukan banyaknya kuda yang mati jawaban kelaparan dan kegagalan panen pada tahun 1815-1816

6. SISA SEJARAH TAMBORA SAAT INI

Mengenang 200 Tahun Letusan Tambora , Inilah Dampaknya Bagi Dunia

Bagi ilmu pengetahuan , Tambora telah menjadi tumpuan sangat penting penelitian ilmu pengetahuan dalam memahami fenomena alam , termasuk sukses ekologi dan hubungannya dengan proses geologi-vukanologi yang terjadi.

Setelah dua ratus ratus lalu mengeluarkan letusan masif , dikala ini Tambora telah mulai kembali ditumbuhi dan dihuni oleh banyak sekali vegetasi dan satwa. Sukses ekologi di Tambora ditandai dengan banyak sekali tipe vegetasi , yaitu hutan hujan tropis dan hutan musim. Sedangkan di atas ketinggian 1.200 mdpl keatas didominasi oleh vegetasi padang savana dan cemara gunung.

Tambora merupakan salah satu wilayah penting keragaman burung penting wilayah wallacea , ibarat habitat bagi kakatua kecil jambul kuning (cacatua sulphurea) , yang termasuk jenis satwa langka. Satwa lain diantaranya ialah rusa , (Cervus timorensis) , babi hutan (Sus sp.) , monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) , koakiau (Philemon buceroides) , perkici dada merah (Tricoglosus haematodus).

Letusan gunung tambora pada dikala itu merupakan salah satu kejadian yang sangat memilukan yang pernah terjadi di nusantara waktu silam lalu , supaya korban hening di sisinya dan supaya tidak ada lagi peristiwa mengerikan di tanah air ini.