4 Kisah Tentang Penyihir Di Dunia Nyata

Ilustrasi penyihir (foto: livescience.com)

Mendengar wacana penyihir identik dengan seseorang yang memiliki kemampuan magis. Cerita wacana mereka sering kita dengar dalam dongeng atau film , yang menjelaskan bahwa mereka ialah seorang yang jahat.

Namun di dunia aktual , nasib orang yang disebut-sebut sebagai penyihir dikelilingi dengan dongeng gelap. Selama periode awal (1400-1700) , diperkirakan ada 70.000 hingga 100.000 orang dieksekusi karena dianggap sebagai penyihir.

Seperti dilansir dari merdeka.com , berikut ada beberapa kisah aktual wacana penyihir di dunia nyata. Kebanyakan dari mereka berakhir tragis dengan cara dihukum mati.

4. Mother Shipton

(foto: merdeka.com)

Ursula Southeil , atau yang lebih dikenal sebagai Mother Shipton , ia ialah seorang pemimpin mistis Inggris kala ke-16 yang cukup ditakuti dan dihormati. Diduga ia juga lahir dari seorang penyihir , masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan "Hag Face" karena ia memiliki wajah yang buruk rupa dan sangat menyeramkan. Masyarakat juga mengira bahwa ayahnya ialah seorang iblis.

Meskipun wajahnya sangat angker , Mother Shipton dikenal sebagai penyihir Inggris terbesar yang pernah hidup. Menurut legenda , ia telah meramalakan armada Spanyol , wabah besar London , dan pelaksanaan Mary Queen of Scots.

Dalam kisah penyihir lainnya , kematian Mother Shipton cukup normal , ia meninggal dengan keadaan tenang bukan dengan pedang menyerupai kebanyakan penyihir yang hidup sebeleum dan sesuddah masanya. Ia dimakamkan ditanah suci pada tepi luar York sekitar tahun 1561.

3. Agnes Sampson

(foto: merdeka.com)

Agnes Sampson ialah salah satu dari 70 orang yang dituduh sebagai penyihir di wilayah North Berwick pada tahun 1590-1592. Dia diduga sebagai dalang dari penyingkiran Raja James VI Sokotlaindia dengan menggunakan sihirnya.

Agnes ditangkap berdasarkan tuduhan yang diberikan penyihir lain yang berjulukan Gellis Duncan. Interogasi yang terus menerus ditekan dan disertai penyiksaan membuat Agnes mengaku bahkan dilakukan oleh Raja sendiri. Namun , legenda menyatakan bahwa Agnes bersikeras membantah semua tuduhan yang menerpa dirinya.

Bagaimanapun , penyiksaan yang diberikan , membuatnya tak bisa untuk bertahan. Oleh karena itu , ia alhasil mengakui bahwa ia memang telah menjadi sekutu setan dan bersekongkol untuk membunuh raja. Hidupnya berakhir dengan cara dicekik dan dibakar.

2. Merga Bien

(foto: merdeka.com)

Pada tahun 1602-1605 telah terjadi pemburuan penyihir besar-besaran di kawasan Fulda , Jerman , yang diadakan oleh kepala biara Khatolik Pangeran Balthasar von Derbach.

Pangeran memerintahkan untuk menyingkirakan semua kekuatan mistis yang di anggapnya tidak sesuai dengan pedoman Khatolik. Diklaim bahwa lebih dari 200 dituduh sebagai penyihir di kawasan Fulda.

Sayangnya Merga dianggap sebgai penyihir yang paling terkenal. Pada ketika itu , Merga gres saja kembali ke kota setelah ia berdebat dengan salah satu pegewai suaminya , di mana kondisinya sedang mengandung.

Merga hamil setelah menikah selama 14 tahun oleh suami ketiganya , kehamilaanya itu justru membuat Merga dituduh sebagai penyihir , karena masyarakat kota percaya bahwa kehamilannyaya itu merupakan hasil dari hubungannya dengan iblis.

Seiring dengan itu , alhasil earga mengakui bahwa memang benar ia telah melaksanakan tindakan mesum supernatural. Ia juga mengaku bahwa ia telah membunuh suami kedua dan anak-anaknya , serta salah satu anak dari mantan majikan suaminya ketika itu. Kisah Merga Bien berakhir tragis dengan cara dibakar hidup-hidup , tepatnya pada ketika msuim gugur tahun 1603.

1. Malin Matsdotter

(foto: merdeka.com)

Malin Matsdotter ialah seorang janda asal Swedia keturunan Finlandia , ia dituduh sebagai penyihir oleh putrinya sendiri. Putrinya itu mengatakan bahwa Malin telah membawa bawah umur ke sebuah sabat setan. Namun , bekerjsama tak ada bentuk sihir apapun yang terlibat.

Malin merupakan salah satu korban yang dituduh sebagai penyihir pada ketika perburuan besar-besaran yang diadakan di Swedia pada tahun 1668-1676. Malin dianggap sebagai satu-satunya penyihir dalam sejarah yang mati dibakar hidup-hidup.
 
Pada ketika itu , Malin bersikeras bahwa ia tidak bersalah dan malah menantang Raja , sehingga membuat pihak berwenang kurang ramah dalam hukuman mereka. Ketangguhnya tersebut membuat dirinya tercatat dalam sejarah. Pada simpulan hayatnya , ia menolak untuk berjabat tangan dengan putirnya , dan sebagai salah satu dari putinya meminta dirinya untuk bertobat.

Rumor yang beredar ketika api aben tubuhnya tak sedikit pun ia menjerit dan mencicipi kesakitan , oleh alasannya ialah itu masyarakat semakin yakin bahwa Malin memang seorang penyihir.