Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]

Duh Guru Ini Suruh Siswa TK Berpose Telanjang

Ilustrasi (foto:  newtoncountychools.org)

Jika kebanyakan guru mendidik muridnya dengan hal-hal yang bermanfaat , maka berbeda dengan guru taman kanak-kanak (TK) asal Henan , China ini yang meyuruh muridnya berpose telanjang dan kemudian ia mengunggahnya di WeChat miliknya.

Guru perempuan itu menyuruh sekitar 20 siswa laki-laki berpose bahu-membahu tanpa mengenakan pakaian sehelai , ia kemudian mengupload foto tersebut ke akun WeChat miliknya dan mengklaim bahwa ia memiliki alasannya.

Seperti dilansir Shanghaiist , guru tersebut mengatakan bahwa beliau menunjukkan belum dewasa pelajaran pendidikan seksual dan membantu mereka mencar ilmu wacana makna kehidupan. Sementara itu , beliau membenarkan keputusannya untuk mengupload gambar tersebut ke halaman Moments WeChat.

Dia berpikir bahwa belum dewasa itu sangat lucu untuk dipublikasikan di akun pribadinya , sehingga menjadi alasan mengunggah foto-foto mereka sedang telanjang ke WeChat.

Peristiwa itu terjadi pada siang hari dan untuk melindungi privasi anak laki-laki , guru tersebut menyuruh gadis-gadis di kelas untuk pergi ke ruangan lain.

(foto: Shanghaiist)

Tentu saja , para orang bau tanah murid tidak pernah diberitahu wacana pelajaran semacam itu , sehingga mereka dibuat terkejut ketka mengetahui foto-foto anaknya muncul pada beranda WeChat mereka dalam keadaan telanjang dan menutupi bab pribadinya atau duduk-duduk di lantai dalam formasi sebuah hati.

Setelah tahu kebusukan guru tersebut , pihak orang bau tanah menuntut semoga guru itu segera dipecat. Netizens telah memiliki reaksi yang sama. Beberapa netizens khawatir wacana apa artinya ini bagi belum dewasa dan untuk sistem pendidikan China pada umumnya.

"Saya memiliki anak di TK dan kalau ini terjadi padanya , saya akan membunuh guru tersebut ," komentar seorang pengguna web dari Beijing.

"Bagaimana mungkin hal menyerupai ini terjadi? Apa yang dikatakan wacana negara kita , guru kita?" tanya salah satu netizen dari Jiangxi.
loading...