7 Gunung Dengan Penuh Cerita Misteri Dan Seram Di Indonesia

Indonesia memang terkenal dengan banyak nya pulau ,budaya , suku , dan pegunungan nya. Pegunungan di indonesia memang banyak mulai dari ujung sabang hingga merauke , tetapi gunung-gunung itupun tidak lepas dari misteri dan mitos di masyarakat ,dengan mengatakan bahwa alam di daerah dan lereng gunung menjadi tempat 'hidup' mahluk - mahluk astral.

Langsung saja baca dan lihat , 7 Gunung Dengan Penuh Cerita Misteri Dan Seram Di Indonesia...

1. Gunung Merbabu - Semarang , Boyolali , Magelang



Didalalam daerah hutan Gunung Merbabu ini terdapat Pasar bubrah yaitu pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di Gn.Merbabu yaitu pintu gerbang menuju kerajaan Gaib. Di puncak gunung Gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana.


2. Gunung Agung - Bali



Untuk mendaki Gn. Agung di Bali pendaki dilarang membawa makanan yang mengandung daging sapi. Beberapa peraturan mistik di gunung yang umum berlaku misalnya pendaki wajib minta ijin (permisi) ketika melewati tempat-tempat tertentu , mau beristurahat , mau buang air. Dilarang mengenakan pakaian berwarna merah atau hijau , dilarang mendaki bagi wanita yang datang bulan. Larangan mendaki gunung Agung pada hari besar agama.


3. Gunung Salak - Jawa Barat



Pesawat Sukhoi Superjet-100 yang jatuh di Gunung Salak mengalihkan perhatian semua mata ke daerah wisata tersebut. Memang , Gunung Salak semenjak dahulu dikenal sebagai lokasi penuh mitos dan legenda. Kawasan wisata Gunung Salak tidak hanya memiliki atraksi wisata alam , namun juga wisata religi. Di lereng gunung ini terdapat sebuah tempat suci Hindu yang cukup besar–Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari.

Sebelumnya pada 1981 , lokasi itu dikenal sebagai Batu Menyan , kerikil yang mengeluarkan asap menyan setiap hari. Konon di kerikil itu pula , acap kali masyarakat melihat cahaya putih , sinar terperinci , dari langit turun ke batu. Juga rumput-rumput yang bersinar terang.

Awal pembangunan pura dilakukan pada 1995 dengan mendirikan sebuah candi sederhana. Pura ini dibangun secara lengkap. Bagian Utamaning Utama Mandala dibangun , antara lain Bale Pesamuan Agung , Padmasana , Bale Pepelik/Pangaruman , Panglurah Agung , Taksu Agung , Patirtan , dan Candi.


4. Gunung Lawu - Kabupaten Karanganyar , Ngawi , Magetan



Gunung Lawu berketinggian sekitar 3265 M di atas permukaan laut , terletak di perbatasan propinsi Jawa Tengah – Jawa Timur.

Konon kabarnya gunung Lawu merupakan sentra kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada kekerabatan bersahabat dengan tradisi dan budaya keraton , semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta.

Gunung Lawu bersosok menakutkan dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya :
Harga Dalem , Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas , Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon , dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.


5. Gunung Slamet - Kabupaten Brebes , Banyumas , Purbalingga , Tegal , Pemalang



Berada di antara lima kabupaten , Brebes , Banyumas , Purbalingga , Tegal dan Pemalang , Jawa Tengah , Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter. Gunung ini dikenal dengan medannya yang sulit dan membahayakan. Selain itu juga dikenal dengan penunggunya yang berada di pohon-pohon besar.

Hal serupa dialami oleh seorang pendaki pria asal Bandung yang mendaki bersama enam temannya. Malam pertama mereka hingga di pos dua setelah memulai perjalanan dari dukuh Bambangan. Malam itu hujan semakin deras membuat pendaki ini kalang kabut membangun tenda yang terus diterpa angin. Hujan reda sekitar dua jam kemudian. Namun , tidur salah satu pendaki terusik dengan bunyi dari pohon besar di bersahabat mereka.

Ternyata pendaki ini memiliki indera keenam dan melihat sosok makhluk besar bertengger di puncak pohon. Makhluk tersebut berbentuk kelelawar seukuran insan remaja , berwarna putih dengan kepala manusia. Meski begitu , makhluk itu ternyata tidak mengganggu mereka secara berlebihan. Hanya membuat bunyi pada pepohonan.

Pendaki itu kembali tertidur hingga pagi. Kemudian , mereka pun melanjutkan perjalanan ke puncak. Betapa terkejutnya pendaki itu ketika melihat sesosok hitam telah 'menunggu' mereka di posko lima. Dia pun berusaha damai , alasannya yaitu pemandangan yang mengerikan. Wajah makhluk itu hitam legam dengan mata yang terbuka lebar berwarna merah.

Pendaki itu membaca doa-doa selama beristirahat. Teman-temannya yang sudah paham dengan kemampuannya ikut berdoa bersamanya. Tak lama suasana lebih nyaman dengan kicauan burung dan bertemu dengan tim lain. Perjalanan mereka berlanjut dengan lancar dan tanpa gangguan serta penampakan semenjak doa-doa yang dipanjatkan sepanjang jalan.


6. Gunung Penanggungan - Jawa Timur



Gunung Penanggugan berada di ketinggian 1.653 meter dan merupakan episode dari kluster pegunungan bersama Gunung Arjuno dan Welirang. Tepatnya , gunung ini terletak di antara Kabupaten Mojokerto (barat) dan Kabupaten Pasuruan (timur). Jaraknya 55 kilometer dari Surabaya , Jawa Timur. Gunung ini juga terkenal sebagai salah satu dari sembilan gunung suci di Jawa.

Ekspedisi di gunung ini pun tak kalah menakutkan dengan gunung besar lainnya. Berawal dari perjalanan dua kakak beradik yang memang pecinta alam. Mereka memulai perjalanan dari LMDH Tamiajeng , Desa Tamiajeng , Kecamatan Trawas. Keindahan alam pun memperlihatkan pemandangan nyaman bagi keduanya.

Menjelang sore mereka hingga di pos bersahabat puncak bayangan (hampir puncak). Mereka istirahat di pos itu selama 15 menit , kemudian melanjutkan perjalanan untuk hingga puncak bayangan. Setibanya di sana , malam pun menutup jalur dan membuat mereka harus berkemah di salah satu goa.

Jelang tengah malam , mereka mendengar bunyi orang ramai-ramai ngobrol menyerupai di atas mereka. Mereka menduga sudah ada yang mencapai puncak terlebih dahulu. Meskipun selama perjalanan mereka tidak melihat pendaki lain. Kemudian , ketika mereka memutuskan untuk tidur , terlihat lampu-lampu senter menyerupai menyinari jalur pendakian.

Mereka pun menduga itu yaitu kumpulan pendaki lain , dan mereka berikan signal untuk bergabung di goa itu. Namun , sinar itu tidak bergerak mendekati mereka dan hanya di satu tempat saja. Tak lama mereka pun terlelap alasannya yaitu capek menunggu. Paginya mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat matahari terbit. Sampai di puncak , mereka menikmati terbitnya matahari , tapi kebingungan dan heran setelah melihat tidak ada satu orang pun di puncak.

Setelah menikmati matahari terbit , mereka pun turun dan kembali ke pos awal. Namun , mereka bertanya-tanya , siapa yang terdengar mengobrol dan lampu senter siapa itu?


7. Gunung Merapi - Jawa Tengah



Masyarakat yang tinggal disekitar lereng gunung masih percaya akan adanya mahkluk halus yang tinggal di hutan-hutan , mata air , kerikil besar , pohon besar , kawah , dan puncak gunung. Penduduk sekitar gunung Merapi yakin bahwa puncak Merapi yaitu istana mahluk halus.